oleh

Varian Baru Virus Corona dari Inggris

-Infografik-46 views

news.schmu.id, Infografik: Varian Baru Virus Corona dari Inggris. Varian baru virus corona atau SARS-CoV-2 sudah muncul di Inggris sejak pertengahan September 2020.

Mutasi virus tersebut memiliki penularan hingga 70% lebih cepat, sehingga Inggris mengalami lonjakan kasus Covid-19. Mutasi virus korona baru yang disebut Varian Under Investigation (VUI) – 202012/01 terjadi pada materi genetik yang mengontrol lonjakan protein.

Varian Baru Virus Corona di Inggris

Hal ini menyebabkan virus corona dan virus sejenis lainnya masuk ke dalam sel inang dan menyebabkan infeksi, seperti dikutip New York Magazine.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson kemudian meningkatkan batasan tersebut menjadi level 4 sekaligus tertinggi di London dan Inggris Tenggara. Keputusan yang ditetapkan Minggu (19/12) lalu bertepatan dengan lonjakan kasus harian Covid-19. Saat itu, tercatat 35.928 kasus baru, serta rekor kasus Covid-19 harian tertinggi di Inggris.

baca juga: Cara Agar Tidak Mudah Tertular Virus Corona

Menutup rute perjalanan ke dan dari Inggris. Setidaknya ada 14 negara Eropa, 5 negara Amerika, dan 3 negara di Timur Tengah yang menutup pintu ke Inggris.

SARS-CoV-2 Vorus Corona Jenis Baru

virus corona jenis baru
Studi sebut varian baru Corona Inggris berisiko tingkatkan kematian. (Foto: NIAID)

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengungkapkan bahwa para ilmuwan dan ahli penyakit menular masih mengumpulkan varian baru Corona, yang disebut SARS-CoV-2 VUI 202012/01.

Dikutip dari Bloomberg, studi Mathematical Modeling Center for Infectious Diseases di London School of Hygiene and Tropical Medicine menemukan bahwa varian baru COVID-19 ini 56 persen lebih menular dibandingkan jenis lainnya.

Para peneliti yang berfokus pada Inggris Tenggara, Timur dan London mengatakan masih belum pasti apakah strain yang bermutasi lebih mematikan atau tidak dari pendahulunya.

Namun demikian, peningkatan penularan dapat menyebabkan peningkatan kasus, sehingga jumlah rawat inap dan kematian akibat COVID-19 diprediksi akan lebih tinggi pada tahun 2021 dibandingkan tahun 2020, meskipun pembatasan regional yang diterapkan sebelum 19 Desember akan diperbaiki, kata peneliti seperti dikutip oleh Yahoo. Berita.

Penulis penelitian juga memperingatkan bahwa penguncian yang diberlakukan di Inggris pada November tidak akan mencegah penyebaran infeksi kecuali sekolah dasar, menengah, dan universitas ditutup. Artinya perlu dilakukan percepatan peluncuran vaksin dalam meminimalisir risiko fatal lainnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa virus Corona jenis baru mungkin 70 persen lebih menular daripada versi aslinya. Akibatnya, banyak negara dengan cepat memberlakukan larangan perjalanan dari Inggris.

Pfizer, yang memproduksi vaksin Pfizer-BioNTech, mengatakan vaksin tersebut mungkin efektif melawan virus yang terdeteksi di Inggris. Hal ini mendorong para peneliti untuk menuntut agar proses distribusi vaksin dipercepat secara global untuk menekan angka kematian akibat COVID-19.

editor: cak iPhin | sumber: katadata.idhealth.detik.com

Komentar

News Feed