oleh

Tokoh Pelopor Pendidikan Indonesia

Tokoh Pelopor Pendidikan Indonesia: Pendidikan Indonesia saat ini tidak lepas dari jasa para pejuang kita dahulu. Pada masa penjajahan VOC Belanda orang-orang pribumi susah mendapatkan pendidikan yang layak seperti saat ini. Pada jaman penjajahan hanya anak kaum priyayi yang bisa mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah belanda kala itu.

Tokoh Pendidikan Indonesia

Ada banyak tokoh pendidikan yang wajib kita ketahui selain Ki Hajar Dewantara pendiri taman siswa pada tahun 1922 (wikipedia). Jauh sebelum Ki Hajar Dewantara mendirikan taman siswa ada banyak tokoh pendidikan yang berjuang mendirikan sekolah untuk pribumi, seperti Syekh Abdullah Ahmad yang mendirikan Madrasah (sekolah) Adabiyah di Padang, Sumatera Barat tahun 1909.

KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah tahun 1912, dan juga mendirikan sekolah modern pertama sebagai cikal bakal sekolah  sekarang. Sebelum Muhammadiyah dirikan KH Ahmad Dahlan sudah mendirikan sekolah bersama murid-muridnya yang diberi nama Qismul Arqa.

Sekolah Al-Qismul Al-Arqa beberapa kali ganti nama. Dari Madrasah Al-Qismul Ak-Aqsa, kemudian Hogere Muhammadijah School, lalu Kweekschool Islam, dan menjadi Kweekschool Muhammadijah dan sekarang menjadi Mualimin dan Mualimat.

Tokoh Pelopor Pendidikan Indonesia Kalangan Pejuang

  1. Raden Ajeng Kartini (1879-1904)
  2. Raden Dewi Sartika (1884-1947)
  3. Rohana Kudus (1884-1969)
  4. Ki Hajar Dewantara (1889-1959)
  5. Mohammad Syafei (1899-1969)

Tokoh diatas merupakan tokoh pendidikan dalam bidang pendidikan umum. Dalam bidang Pendidikan Agama juga memunculkan banyak tokoh pendidikan Islam. Dari pesantren ataupun madrasah juga melahirkan para tokoh pendidikan. Pada pesantren tradisional yang awalnya mengajarkan hanya mengajarkan ilmu agama Islam berkembang menjadi Madrasah.

tokoh pendidikan indonesia rahmah el yunusiyah
Rahmah el-Yunusiyah, Tokoh Pendidikan Indonesia, foto via wikipedia

Tokoh Pelopor Pendidikan Indonesia Kalangan Ulama

  1. Syekh Abdullah Ahmad, merupakan pendiri Madrasah Adabiyah di Padang, Sumatera Barat tahun 1909. Madrasah Adabiyah adalah madrasah pertama di Indonesia. Madrasah Adabiyah pada awalnya hanya mengajarkan ilmu agama Islam saja. Pada tahun 1915 beralih menjadi Holand Inland School (HIS) Adabiyah baru mengajarkan pelajaran dan ilmu pengetahuan umu.
  2. Syekh M. Thaib Umar, mendirikan Madrasah School di Batusangkar, Sumatera Barat pada tahun 1910. Madrasah School. Madrasah School sudah menerapkan pembelajaran modern layaknya sebuah sekolah pada umumnya, menggunakan meja, kursi serta papan tulis. Kurikulum Madrasah School juga sudah tergolong modern yaitu menggabungkan materi ilmu agama dan juga pengetahuan umum. Pembaharuan Madrasah yang dilakukan Syekh M. Thaib Umar belum bisa diterima oleh masyarakat Minangkabau waktu itu. Madrasah ini hanya mampu bertahan empat tahun, pada tahun 1912 Madrasah School harus tutup.
  3. Rahmah el-Yunusiyah, pendiri Madrasah Diniyah khusus putri pertama pada 1 November 1923 sebagai sekolah Agama Islam perempuan pertama kali di Indonesia berada di Padang Panjang Sumatera barat, (wikipedia). Sekolah agama ini secara memprioritaskan pada bagaimana mendidik putra-putri dalam ilmu  agama serta ilmu pengetahuan umum. Tujuan dari sekolah ini adalah menghasilkan calon ibu rumah tangga yang berpendidikan yang mampu mendidik anak-anaknya menjadi orang hebat. Seorang wanita yang dapat menangani tugas pendidikan anak-anak di rumah, sekolah serta dalam masyarakat.
 tokoh pendidikan indonesia kh hasyim asyari  dan kh ahmad dahlan
KH Hasyim Asyari dan KH Ahmad Dahlan Tokoh Pendidikan Indonesia, foto via Islami.co

Tokoh Pendidikan dari Muhammadiyah dan NU

  1. KH. Ahmad Dahlan, melalui organisasi Muhammadiyah yang ia dirikan pada 18 Nopember 1912. Beliau mendirikan berbagai macam lembaga pendidikan menggunakan sistem modern. Memadukan pendidikan  agama dengan ilmu pengetahuan umum yang diajarkan pada lembaga pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah.
  2. KH. A. Wahab Hasbullah dan KH. Mas Mansur, mendirikan Madrasah Taswirul Afkar tahun 1914. Madrasah yang mengajarkan ilmu pengetahuan agama dan pengetahuan umum.
  3. KH. Hasyim Asy’ari, mendirikan Madrasah Salafiah di Tebuireng Jombang, Jawa Timur tahun 1916. KH Hasyim Asy’ari adalah pendiri organisasi Islam Nadhotul Ulama (NU), dengan organisasi NU KH Hasyim juga banyak merintis lembaga pendidikan berupa pesantren dan sekolah-sekolah dibawah naungan lembaga pendidikan Ma’arif NU.
  4. Nyai Walidah, merupakan istri dari KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah juga pelopor pendidikan. Nyai Walidah mendirikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak tahun 1919, bertempat di Kauman Yogyakarta. Jadi Pelopor pendidikan PAUD Indonesia adalah Nyai Walidah dan sampai saat ini sekolah yang dirintisnya tumbuh dan berkembang di seluruh pelosok Indonesia di bawah naungan organisasi Aisyiyah dan lembaga pendidikan Bustanul Aftal yang beliau dirikan.

Dengan masuknya ilmu pengetahuan umum ke lembaga pendidikan Islam serta menggunakan sistem klasikal ini, merupakan perubahan yang sangat berarti dan sejak inilah lembaga madrasah mulai dikenal di Indonesia.

editor: Cak Ipin | sumber: cetelogi.com

Komentar

News Feed