Tips Susun CV untuk Beasiswa dan Kerja di Luar Negeri

News. schmu.id, EduPedia :  Tips Susun CV untuk Beasiswa dan Kerja di Luar Negeri. Curriculum vitae (CV) kerap kali digunakan pada rekrutmen pekerjaan. Bahkan kerap kali beasiswa juga mensyaratkan CV sebagai bentuk pengenalan pribadi melalui data statistik pelamar beasiswa maupun pekerjaan.

Saat ini, berkembang curriculum vitae applicant system program (CV ATS). Yaitu software atau program yang memiliki fungsi menscreening CV secara online. Namun belum banyak masyarakat maupun mahasiswa yang mengetahui CV ATS. Terutama bagi pelamar yang mengajukan lamaran beasiswa atau kerja ke luar negeri.

Sehingga sebagai upaya pengenalan dan berbagi tips sukses lolos tahap CV ATS. Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA) Unair berkerja sama dengan Wall Street English mengelar webinar “CV ATS Friendly Making” yang diadakan Kamis (6/1/2022).

CV untuk Beasiswa dan Kerja di Luar Negeri

Materi mengenai CV ATS friendly making dibawakan oleh Ryan Blasczyk yang merupakan mentor dari Wall Street English. Ryan mengungkapkan, CV ATS merupakan suatu dokumen pribadi yang dapat menggambarkan bagaimana kualitas dari pelamar tersebut, terutama bagi fresh graduate yang akan mengajukan lamaran utamanya ke perusahaan internasional maupun beasiswa luar negeri.

Baca Juga: Simak Tips Lulus Kuliah Cuma 3,5 Tahun, Bisa Disiapkan sejak Maba!

“Akan tetapi CV ATS di tiap daerah sangatlah berbeda, karena bergantung akan negara, maupun perusahaan yang dituju,” ucap dia melansir laman Unair, Jumat (7/1/2022).

Selain itu, sambung Ryan, pengajuan CV ATS harus sesuai dengan skill maupun latar belakang pendidikan yang dimiliki. Karena, apabila seseorang apply suatu pekerjaan tertentu yang tidak sesuai dengan latar belakang skill maupun pendidikan yang dimiliki, maka secara otomatis orang tersebut tidak lolos tahap CV ATS.

Dia mencontohkan, jika kalian ingin menjadi dokter, tapi kalian lulusan sarjana pendidikan, maka secara otomatis kalian tidak diterima. “Karena mendaftar pada kualifikasi yang tidak sesuai dengan latar belakang kalian,” ungkap dia.

Ryan menekankan untuk selalu meningkatkan kapasitas maupun kualitas bahasa Inggris, terutama bagi yang ingin mengajukan lamaran pekerjaan maupun beasiswa. Sebab, bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang banyak digunakan di berbagai negara di dunia.

“Bahasa Inggris itu penting, karena kalau kalian tidak bisa bahasa Inggris. Maka kalian akan kerepotan dalam menyusun CV ATS karena semuanya menggunakan bahasa Inggris untuk yang ingin melamar pekerjaan maupun beasiswa di luar negeri,” tukas dia.

Source: kompas.com

Terkini