Struktur Karya Ilmiah, Buat Kamu Yang Lagi Kuliah!

news.schmu.id Edupedia : Karya ilmiah disusun berdasarkan struktur atau aturan tertentu. Struktur suatu karya ilmiah formal, seperti tesis, disertasi, atau disertasi biasanya menggunakan struktur dan metode tertentu sesuai dengan ketentuan lembaga yang membidanginya.

Namun karya ilmiah populer atau semipopuler memiliki struktur yang lebih sederhana. Kami akan menelaah struktur karya yang biasa ditemukan pada karya ilmiah populer atau semipopuler. Berikut ini adalah struktur karya ilmiah:

Struktur Karya Ilmiah
Struktur Karya Ilmiah

Judul

Secara umum judul merupakan kepala yang secara singkat menyiratkan isi atau maksud dari karya ilmiah. Dimana didalamnya menyangkut ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, subjek penelitian, dan metode penelitian. Biasanya disajikan dalam satu kalimat yang lengkap dan jelas. Judul tidak diakhiri dengan titik.

Ada dua tata cara penulisan judul suatu karya ilmiah. Pertama, gunakan huruf kapital semua. Kedua, huruf kapital hanya terdapat pada huruf pertama setiap kata.

Pada ejaan kedua, konjungsi atau konjungsi tidak perlu menggunakan huruf kapital. Misalnya di, dari, di, dan, serta, atau, dan sejenisnya.

Kata pengantar

Kata pengantar adalah pandangan umum singkat dalam sebuah karya ilmiah. Biasanya disertai ucapan terima kasih, ucapan terima kasih kepada orang atau pihak yang telah membantu dalam penyusunan karya ilmiah ini, dan harapan.

Abstrak

Abstrak adalah ringkasan atau garis besar suatu pembahasan dalam sebuah karya ilmiah. Ringkasan ditulis secara singkat, tidak lebih dari satu paragraf.

Pendahuluan

Bagian ini merupakan pengantar karya ilmiah yang memuat latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat. Berikut deskripsinya:

  • Latar belakang: menjelaskan secara sepintas topik atau objek penelitian, serta mengapa penelitian itu penting untuk dibahas
  • Rumusan masalah: berisi mengapa dan bagaimana pertanyaan berhubungan dengan penelitian atau topik yang sedang dibahas. Pertanyaan berisi masalah yang ingin dipecahkan oleh penulis karya ilmiah
  • Tujuan : berisi maksud atau arah tujuan penelitian. Tujuan harus sesuai dengan rumusan masalah. Biasanya berisi pernyataan, bukan pertanyaan.
  • Manfaat: Penulis suatu karya ilmiah perlu menjelaskan kegunaan tulisannya kepada pembaca. Karya ilmiah tersebut dapat menjadi acuan atau acuan bagi bidang ilmu yang terkait.

Dasar teori

Landasan teori disebut juga kerangka teori atau tinjauan pustaka. Pada bagian ini, penulis menjelaskan dasar dari setiap teori atau kajian yang mempengaruhi karya ilmiah yang ingin ditulisnya.

Teori, studi, atau penelitian terkait semacam itu harus disertakan. Berguna untuk memposisikan karya ilmiah yang ditulis dengan karya ilmiah sebelumnya. Dalam landasan teori, penulis juga dapat mengemukakan hipotesis.

Metodologi Penelitian

Metodologi dapat diartikan sebagai tahapan, prosedur, atau sistematika kerja suatu karya ilmiah. Metode yang digunakan perlu dijelaskan agar pembaca mengetahui bagaimana suatu karya ilmiah disusun.

Metodologi juga menentukan logika suatu karya ilmiah. Metode bersifat opsional dan dapat bervariasi tergantung pada topik dan tujuan penelitian. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Deskriptif: mendeskripsikan, menjelaskan, atau mengilustrasikan data yang terdapat dalam suatu karya ilmiah. Data tersebut dapat berupa fakta kuantitatif, seperti data statistik atau survei. Data juga bisa bersifat kualitatif, seperti peristiwa sejarah atau berita.
  • Eksperimental: eksperimen yang direncanakan, dengan sistem tertentu untuk membuktikan kebenarannya. Metode ini juga menggambarkan perlakuan atau tindakan yang dilakukan terhadap objek penelitian.
  • Penelitian kelas: meneliti perilaku atau masalah dalam lingkaran interaksi terbatas yang berkaitan dengan masalah sosial. Soalnya dialamo oleh kelas tertentu.
  • Observasi: mengamati objek penelitian secara langsung dan cermat.
  • Wawancara: melakukan tanya jawab dengan narasumber atau menanyakan pendapat para ahli di bidang ilmu yang dibahas dalam karya ilmiah.
  • Random Sampling: memberikan pertanyaan atau angket kepada narasumber. Jumlah sumber dalam metode ini banyak dan ditentukan batasnya untuk memenuhi syarat sebagai sampel atau contoh. Pertanyaan itu disampaikan kepada sumbernya acak, maka jawabannya menjadi representasi atau representasi dari objek yang akan diteliti.

Pembahasan – Struktur Karya Ilmiah

Pada bagian ini, penulis memberikan analisis yang berkaitan dengan pokok bahasan dalam karya ilmiah. Poin-poin yang dimaksud dalam rumusan masalah dan tujuan penelitian dipaparkan satu per satu.

Topik disandingkan dengan data yang diperoleh, baik dari observasi, wawancara, teori, maupun penelitian kepustakaan. Agar lebih menarik dan mudah dipahami pembaca, data dapat disajikan dalam bentuk grafik, tabel, atau gambar.

Solusi dari suatu masalah atau isu ditentukan berdasarkan data dan analisis. Jadi penulis perlu menganalisis data berdasarkan metode yang disebutkan dalam metodologi. Dari analisis tersebut, argumentasi penulis mulai berkembang dalam karya ilmiah. Hipotesis dan hasil penelitian dihubungkan dalam tahap ini.

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan adalah bagian akhir yang berisi hasil yang diperoleh dari hasil penelitian atau analisis. Pada bagian ini secara singkat disebutkan rumusan masalah, landasan teori dan hipotesis, metodologi penelitian, serta hasil yang diperoleh.

Hasilnya harus disajikan apa adanya bahkan jika hipotesis menyimpang dari perkiraan. Penulis karya ilmiah juga harus menyadari bahwa karya mereka mungkin memiliki banyak kekurangan. Saran atau rekomendasi perlu dikemukakan agar kesalahan atau kekurangan dalam karya ilmiah ini dapat menjadi pelajaran bagi penulis lainnya.

Sehingga karya ilmiah tersebut dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan disiplin ilmu terkait.

Daftar Pustaka – Struktur Karya Ilmiah

Daftar Pustaka adalah rangkaian referensi atau sumber kepustakaan yang dibaca dan digunakan dalam menyusun karya ilmiah. Sumber tersebut dapat berupa buku, jurnal, dokumen resmi, berita, atau sumber lain dari internet.

Baca juga : Perbedaan Topik dan Judul dalam Penulisan Kerangka Karya Ilmiah

Daftar Pustaka disusun menurut abjad, tanpa angka. Itu dimulai dengan nama belakang dan depan penulis, tahun penerbitan, judul, kota penerbitan, dan penerbit. Dengan memenuhi struktur tersebut, maka kita dapat menyusun sebuah karya ilmiah. Struktur memudahkan untuk membangun logika dan membuktikan hasil penelitian atau analisis.

Sumber : kompas.com

Terkini