Menu
Portal Berita Pendidikan Indonesia

Soal Tim Bayangan Kemendikbudristek, Presiden RI Diminta Tegur Nadiem Makariem

  • Bagikan
Soal Tim Bayangan Kemendikbudristek, Presiden RI Diminta Tegur Nadiem Makariem

Nadiem harus memaksimalkan energi dan sumber daya manusia yang ada di Kementerian Keuangan.

News Schmu, JAKARTA — Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadiem Makariem kembali melontarkan pernyataan kontroversial dalam jaringan United Nations Transforming Education Summit 2022 yang berlangsung di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat. Serikat, belum lama ini. Kali ini terkait dengan tim bayangan 400 orang.

Nadiem mengaku saat ini berada di luar struktur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, namun melekat pada kementerian dan memiliki jabatan setara direktur jenderal atau eselon I di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mantan Chief Executive Officer Gojek itu juga menegaskan bahwa shadow period akan berjalan sesuai dengan instruksi Kemendikbud untuk mengesahkan produk kebijakan kementerian.

Namun, menurut Direktur Eksekutif Moya Institute Hery Sucipto, pembentukan tim bayangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan seperti tidak efektif dan tidak efisien.

“Pertama, menambah jaringan birokrasi yang ada. Kedua, Nadiem secara sadar tidak mempercayai Menteri dan memberdayakan struktur. Ketiga, menambah beban keuangan mengingat jumlah personel tim yang berjumlah 400 orang,” kata Hery dalam sambutannya. jumpa pers. Republika.co.idSelasa (27/9/2022).

Dalam situasi ekonomi yang belum pulih akibat pandemi Covid-19, kata Hery, Nadiem harus memaksimalkan tenaga dan sumber daya manusia yang ada. “Membuat shadow time bukanlah solusi untuk memajukan dunia pendidikan saat ini, malah bisa menimbulkan masalah baru.”

Hery melanjutkan, keberadaan shadow time setara eselon I bisa disalahgunakan oleh oknum tertentu sebagai pintu gerbang korupsi dan tindakan transaksional lainnya. “Oleh karena itu, shadow time tidak diperlukan dalam situasi yang tidak baik,” tegasnya.

Hery kemudian meminta Presiden RI Joko Widodo menegur dan memanggil Menteri Nadiem untuk meminta penjelasan atas perubahan keputusan membentuk bayangan yang telah menimbulkan dampak. “Apalagi tim tidak produktif untuk perkembangan dan kemajuan dunia pendidikan di tanah air,” jelasnya.

-->


Sumber:
Republika Online

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan