Menu
Portal Berita Pendidikan Indonesia

Siswa SD Prestasi Global Lakukan Kunjungan Edukatif  ke Pelita Desa

  • Bagikan
Siswa SD Prestasi Global Lakukan Kunjungan Edukatif  ke Pelita Desa

Kunjungan edukatif bertujuan untuk melatih kedisiplinan, kerjasama tim dan kemandirian.

News Schmu, BOGOR — Kegiatan Ujian Tengah Semester (UTS) baru saja selesai. Siswa SD Kinerja Global Depok secara langsung melaksanakan kegiatan Kuif (Kunjungan Edukasi) yang dilaksanakan pada Senin (26/9/2022).

Kegiatan Kutif ini diikuti oleh siswa dari kelas 1 hingga kelas 3. “Kegiatan Kutif ini bertujuan untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kerjasama tim dan juga kemandirian,” ujar Direktur Global Performance School Ahmad Faisal dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (28/9/2022).

Ia menambahkan, kunjungan edukasi ini dilakukan di tempat wisata dan outbond Pelita Desa yang terletak di Putat Nutug, Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Global Performance School berlokasi di Jalan Palem I nomor 1 Mampang Indah Dua, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok. Menjelang pemberangkatan, Kepala SD Mustopa Global Performance SpdI berpesan agar seluruh siswa dapat melaksanakan kegiatan pendidikan dengan baik dan selalu menjaga kedisiplinan dimanapun berada dan selalu mengikuti informasi dari gurunya masing-masing.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam, rombongan sampai di lokasi. Para siswa disambut oleh pengelola kendaraan dan langsung disuguhi icebreaking yang sangat menyenangkan dan membuat semua siswa senang. Ketahanan fisik serta kerjasama dan motivasi yang baik terus diberikan kepada seluruh siswa dalam kegiatan ice breaking ini.

“Global Performance School (PresGo) sangat konsensual dengan hal-hal yang berkaitan dengan karakter yang diajarkan dalam icebreaking in. Kegiatan ini sejalan dengan apa yang menjadi concern sekolah dalam membentuk pribadi yang baik yang utuh jasmani dan rohaninya,” kata Faisal.

Setelah icebreaking, peserta langsung menuju wahana outbond yang sangat disukai siswa, seperti naik rakit, berjalan di atas tali, membajak sawah dengan kerbau, menanam padi dan cara menambah padi serta memerah susu langsung dari ibu sapi. Semua aktivitas kemudian ditutup dengan menaiki jembatan flying fox yang sangat panjang dan tinggi di tengah danau.

“Siswa sangat antusias dengan kegiatan tersebut. Mereka terlihat sangat bahagia. Apalagi selama dua tahun terakhir, pandemi sangat membatasi pengelompokan dan pergerakan orang,” kata Faisal.

Ini membawa banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang diterima dengan cara yang menyenangkan. “Tentunya kegiatan Kutif akan terus dikemas dengan sesuatu yang baru dan penuh ilmu serta hal-hal yang baik bagi mahasiswa pada umumnya,” ujar Ahmad Faisal.

-->


Sumber:
Republika Online

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan