Menu
Portal Berita Pendidikan Indonesia

Ramalkan Tren Penjualan Koperasi Konsumen

  • Bagikan
Ramalkan Tren Penjualan Koperasi Konsumen

Koperasi konsumen dapat mencerminkan kegiatan transaksi para anggotanya.

News Schmu, DEPOK — Koperasi konsumen merupakan salah satu jenis koperasi yang ada di Indonesia. Salah satu produk dari koperasi nasabah yaitu mini market yang dimiliki oleh anggota dan menjadikan anggota sebagai nasabah utama.

Dosen Studi Bisnis UNM, Luky Fabrianto mengatakan, dari data penjualan koperasi konsumen dapat mencerminkan aktivitas transaksi anggotanya, pola data penjualan cukup fluktuatif pada waktu-waktu tertentu, dengan kondisi seperti itu sebaiknya dilakukan sesuai terhadap tren penjualan.

Peramalan, menurut Luky, adalah upaya untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan berdasarkan data sebelumnya dengan metode ilmiah dan kualitatif yang dilakukan secara sistematis. Data penjualan tahunan Minimarket dapat digunakan sebagai bahan perhitungan yang akan digunakan untuk memprediksi penjualan di masa mendatang.

Data penjualan satu tahun akan digunakan untuk memprediksi penjualan satu bulan ke depan, hal ini dilakukan agar prediksi yang dihasilkan lebih akurat dan memproyeksikan kondisi transaksi sehari-hari yang sebenarnya.

Dengan kondisi di atas, kata Luky, langkah awal yang dilakukan adalah membuat data penjualan tahun lalu tidak fluktuatif atau fluktuatif seperti yang dijelaskan. Untuk itu, sebelum melakukan forecasting, outlier dan refinement harus dihilangkan terlebih dahulu agar data lebih halus (tidak turbulen) dan lebih mencerminkan kondisi sehari-hari.

Outlier adalah suatu kondisi data yang menyimpang dari kelompok data lain, cara umum yang digunakan untuk mengecualikan outlier adalah dengan menggunakan nilai dan limit kuartil. Sedangkan smoothing adalah proses verifikasi pola data dengan menghaluskan variasi lokal atau fluktuasi pendek pada suatu waktu, salah satu metode yang dapat digunakan adalah moving average smoothing.

“Peramalan, yaitu data berupa runtun waktu yang diperoleh dari pencatatan berdasarkan periode waktu harian, mingguan, bulanan, tahunan, atau tertentu dalam rentang waktu yang sama, data penjualan yang salah selama tahun 2022,” katanya dalam pers. melepaskan.

Hal lain yang harus dipahami dalam peramalan stasioneritas, data yang dianggap stasioner adalah data yang memiliki mean dan varians yang konstan sepanjang waktu.

Dalam penelitian ini, dosen program studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Mandiri (UNM) menggunakan model peramalan dengan ARIMA atau Rata-rata Pergerakan Autoregresif akurasinya sangat baik untuk peramal jangka pendek, sedangkan untuk peramal jangka panjang akurasi peramalannya buruk karena biasanya akan cenderung. datar (horizontal/konstan) dalam jangka waktu yang cukup lama.

Sebagai dosen di Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal dengan Business Digital Campus, ia telah berhasil menganalisis tren penjualan koperasi konsumen dengan menggunakan empat langkah dasar dengan model ARIMA yang terdiri dari tingkat identifikasi, tingkat estimasi parameter model, diagnostik dan tingkat perkiraan.

Berikut adalah deskripsi dari setiap tahap; identifikasi masalah pertama, pada tahap ini kita menguji data penjualan stasioner atau non stasioner dengan menggunakan unit root testing atau disebut Augment Dickey Fuller (ADF) atau ADF test, nilai hasil tes ADF harus lebih kecil dari 5 persen.

ARIMA level kedua adalah estimasi parameter model, level ini untuk menguji validitas suatu model dengan menguji signifikansi parameter dan kelayakan asumsi.

Selanjutnya ARIMA level ketiga yaitu pemeriksaan diagnostik, pemeriksaan ini dilakukan dengan menguji apakah data berdistribusi normal agar mendapatkan hasil yang baik.

Dan level terakhir adalah forecasting, pada level ini data dibagi menjadi dua periode yaitu periode training dan periode test yang akan dijadikan sebagai periode forecasting, pembentukan model dilakukan dengan menggunakan data training.

Setelah semua tahapan model ARIMA selesai dilakukan, maka kesimpulan tersebut harus dievaluasi. Evaluasi merupakan selisih antara nilai aktual dengan nilai prakiraan, biasanya disebut dengan error, semakin kecil nilai error maka model peramalan semakin baik.

-->


Sumber:
Republika Online

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan