oleh

Prospek Kerja Jurusan Ilmu Komunikasi, Gaji Menggiurkan

News. schmu.id, Pendidikan : Prospek Kerja Jurusan Ilmu Komunikasi, Gaji Menggiurkan. Ilmu Komunikasi adalah salah satu jurusan perguruan tinggi terfavorit di Indonesia. Sejak mulai diselenggarakan oleh perguruan tinggi Tanah Air pada 1960, jurusan Ilmu Komunikasi langsung menjamur. Hampir semua perguruan tinggi memiliki jurusan ini.

Hal itu disebabkan karena minat calon mahasiswa yang begitu tinggi pada Ilmu Komunikasi. Bahkan, melansir dari Kompas.com pada Senin (22/3/2021), Ilmu Komunikasi masih berada di urutan teratas program studi (prodi) terfavorit di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021.

Prospek Kerja Jurusan Ilmu Komunikasi

Ilmu Komunikasi juga memiliki beberapa cabang yang dapat dipilih oleh mahasiswa, di antaranya Jurnalistik, Advertising, Kajian Media, dan Public Relation. Dalam bidang Jurnalistik, mahasiswa akan mendapatkan skill untuk mengumpulkan, mengolah, menulis, dan menyiarkan informasi atau berita.

Sementara itu, pada bidang Advertising, mahasiswa akan mendapatkan skill dalam menemukan ide, mendesain grafis, dan memanajemen periklanan. Pada bidang Kajian Media dan Public Relation pun demikian, mahasiswa akan mendapat skill yang spesifik, sesuai konsentrasi yang dipilih.

Baca Juga: 10 Jurusan Teknik yang Prospek Kerjanya Menjanjikan

Berbagai skill yang dikembangkan mahasiswa selama studi Ilmu Komunikasi akan membukakan jalan menuju masa depan yang menjanjikan. Apalagi lulusan prodi Ilmu Komunikasi di masa kini bisa bekerja di banyak profesi. Berikut adalah tujuh prospek kerja jurusan Ilmu Komunikasi masa kini.

1. Jurnalis media online

Jurnalis media online adalah generasi jurnalistik masa kini yang hadir seiring berkembangnya internet. Sekalipun dianggap sebagai generasi terkini, tetapi aktivitas utamanya tidak jauh berbeda dengan jurnalis media cetak dan elektronik.

Setidaknya terdapat tiga kegiatan utama dalam dunia jurnalistik, yaitu pengumpulan informasi atau bahan berita, pengolahan, dan penerbitan atau penayangan. Kegiatan yang paling membedakan jurnalis media online dengan jurnalis konvensional adalah media penerbitan atau penayangannya, yaitu melalui situs web (website).

2. Content writer

Profesi yang satu ini merupakan perkembangan dari profesi penulis yang sudah ada sejak bertahun-tahun lalu. Umumnya, penulis menghasilkan beragam karya tulis yang berupa karya fiksi maupun non-fiksi.  Seiring berjalannya waktu, profesi penulis akhirnya dibedakan berdasarkan tujuan penggunaan tulisannya, seperti novelis, scriptwriter atau penulis naskah, dan content writer.

Adapun yang dikerjakan seorang content writer adalah menyiapkan konten-konten tulisan yang dibutuhkan untuk mengisi suatu website, seperti company profile, deskripsi produk, dan berbagai artikel.

3. Content creator

Content creator adalah orang yang bertanggung jawab membuat konten yang memiliki nilai edukasi atau hiburan untuk ditayangkan pada platform media sosial (medsos) seperti Instagram, YouTube, TikTok, Facebook, dan lain-lain. Meskipun membuat konten dan mengunggahnya ke medsos, tetapi content creator tidak sama dengan influencer.

Seorang influencer memang bisa disebut content creator, tetapi setiap konten yang diunggah dapat memberi dampak karena memiliki jumlah followers atau pengikut yang banyak. Sementara itu, untuk menjadi seorang content creator, seseorang tidak harus memiliki banyak followers. Cukup dengan kemampuan pembuatan konten dan mengunggah ke medsos saja.

4. Videografer

Videografer adalah orang yang bertanggung jawab dalam proses produksi video. Dalam dunia profesional, profesi ini dibedakan dalam dua kelompok, yaitu videografer in-house dan videografer agensi. Videografer in-house adalah seorang videografer yang bekerja untuk perusahaannya sendiri.

Adapun videografer agensi bekerja untuk pihak luar, sehingga konten yang diproduksi sesuai dengan permintaan klien. Beberapa skill penting yang harus dimiliki untuk menjadi seorang videografer antara lain kemampuan komunikasi, detail oriented, penguasaan kamera dan software editing, serta estetika.

5. Creative director

Seorang creative director bertugas menjembatani tim kreatif dengan tim lain yang membutuhkan tim kreatif. Dalam tugas menjembatani komunikasi tersebut, creative director berperan dalam memberikan masukan yang sesuai dengan kebutuhan tim produksi. Dalam menjalankan fungsinya, creative director dibantu oleh art director yang akan mengonsep dan menentukan teknis, gaya, serta desain produksi konten.

Baca Juga:  Jurusan Kuliah Perpajakan Berprospek Kerja Cerah, Ini Alasannya

6. Youtuber

Beberapa tahun belakangan ini, profesi Youtuber begitu populer lantaran penghasilannya yang menggiurkan. Youtuber adalah sebutan spesifik bagi orang yang memproduksi konten video untuk diunggah di kanal YouTube pribadinya.

Sekalipun kegiatan utamanya sama dengan videografer, tetapi videografer tidak bisa disebut Youtuber jika konten video yang diproduksi tidak diunggah di YouTube. Adapun beberapa sumber penghasilan yang bisa didapatkan seorang Youtuber meliputi adsense, affiliate marketing, sponsor, dan penghasilan dari menjual produk sendiri lewat konten YouTube yang diproduksi.

7. Social media officer

Social media officer bertanggung jawab dalam aktivitas promosi, campaign, dan branding suatu perusahaan atau institusi menggunakan medsos, termasuk mengurus interaksi yang terjadi di dalamnya.

Jika dilihat sepintas, mungkin kita akan beranggapan bahwa profesi social media officer cukup mudah. Namun, yang dilakukan seorang social media officer bukan hanya sebatas mengunggah sesuatu di medsos. Ia harus menyiapkan konsep dan strategi sosial media yang sesuai dengan target audience yang ditentukan.

Selanjutnya, ia akan memikirkan konsep desain yang sesuai, dan melakukan riset topik konten yang akan digarap. Untuk itu, social media officer harus memiliki pemahaman terhadap algoritma dari jenis-jenis platform yang digunakan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Source: kompas.com

Komentar

News Feed