Pakar Unair: Pentingnya Ajarkan Pendidikan Seksual Pada Anak Dari Orang Tua Maupun Sekolah

News.schmu.id, Pendidikan: Pakar Unair: Pentingnya Ajarkan Pendidikan Seksual Pada Anak Dari Orang Tua Maupun Sekolah. Pendidikan seksual bagi anak seringkali dianggap menjadi hal tabu. Padahal, pendidikan seksual merupakan hal penting yang harus diajarkan kepada anak, meski tidak ada batasan khusus untuk mulai mengajarkan kepada anak.

Pakar psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) Primatia Yogi Wulandari mengatakan, ada lima indikator yang bisa dijadikan pedoman bagi orang tua untuk mulai mengajarkan pendidikan seksualitas kepada anak. Yaitu, munculnya pertanyaan tentang kehamilan atau persalinan, mulai berteman dengan lawan jenis, bersosialisasi dengan lingkungan di luar keluarga inti, memiliki akses informasi yang luas, dan saat berlatih membersihkan diri pada saat buang air besar.

“Perlu diingat, masalah perilaku seksual hanya bagian dari pendidikan seksualitas. Dapat diajarkan bahwa, lelaki dan wanita memiliki organ tubuh berbeda, jagalah kebersihan diri, termasuk alat kelamin, interaksi dengan lawan jenis, dan peran sebagai laki-laki dan perempuan,” jelas Mima, sapaannya, mengutip siaran pers UNAIR, Kamis, 22 Juli 2021.

Mima menjelaskan bahwa pendidikan seksual harus dilakukan secara terus menerus dan tidak sembarangan. Sebab, prinsipnya adalah mengoptimalkan proses belajar anak dan mendorong perkembangan yang positif, terutama terkait isu seksualitas. Dalam mengajarkan pendidikan seksualitas, orang tua perlu memperhatikan beberapa aspek materi dan strategi yang digunakan.

Baca juga: Bersihkan Hidung Dengan Bawang Putih Tak Disarankan Untuk Cegah Covid-19, Pakar Unair Ungkap Resikonya

Pola pikir anak yang masih konkret membuat orang tua harus menggunakan bahasa dan penjelasan yang sederhana dan mudah dipahami anak. Orang tua juga diingatkan untuk tidak menggunakan kata ganti untuk istilah alat kelamin.

Idealnya, kata dia, anak-anak harus diperkenalkan dengan istilah alat kelamin secara netral tanpa ekspresi malu atau jijik. Harapannya, anak bisa menganggap alat kelamin sama dengan bagian tubuh lainnya, namun tetap diperlakukan lebih khusus, karena lebih privat dan intim.

Tingkat usia anak menjadi pertimbangan tentang detail informasi yang diberikan

Usia anak menjadi pertimbangan dari detail informasi yang diberikan. Pada anak usia dini, kata dia, informasi yang diberikan tidak harus detail. “Misalnya, ketika menjelaskan proses kehamilan. Dapat dijelaskan bahwa ayah memiliki sperma yang akan membuahi sel telur ibu,” tukas Mima.

Materi yang diberikan dapat dikemas dengan metode yang sesuai dengan minat anak, misalnya anak melalui cerita. Lebih lanjut, Mima menyampaikan bahwa informasi tentang pendidikan seksualitas harus ditanamkan dan dipahami oleh anak untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Pakar FK Unair: Vitamin D Dapat Menangkal Virus Covid-19

Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah orang tua bersikap terbuka dan memberikan respon positif kepada anak ketika anak bertanya tentang pendidikan seksualitas. Kemudian, perkuat ikatan emosional antara anak dan orang tua, sehingga anak bisa berdiskusi tanpa malu.

“Kemudian, orang tua dapat membahas masalah seksualitas dari berbagai aspek perkembangan, seperti perkembangan kognitif, fisik, dan juga sosioemosional,” jelasnya.

Lembaga pendidikan juga bisa untuk memberikan pendidikan seksual

Ia juga mengatakan bahwa lembaga pendidikan dapat mulai berpikir untuk memberikan pendidikan seksualitas yang komprehensif dan berkesinambungan. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah memasukkan tema pendidikan seksualitas ke dalam kurikulum. Bisa dengan mengundang narasumber yang bergerak di bidang pendidikan seksualitas untuk anak dan orang tua. Program bimbingan konseling, menyediakan sumber informasi yang terpercaya bagi anak.

“Tidak hanya bersifat jemput bola, tapi dapat menggunakan strategi tertentu misalnya dengan memfasilitasi adanya kotak dimana anak dapat memasukkan pertanyaan tentang hal-hal yang ingin mereka ketahui tentang seksualitas, untuk kemudian ditindaklanjuti dengan penjelasan di kelas,” bebernya.

Terkini