Menu
Portal Berita Pendidikan Indonesia

Mengenalkan Bahasa Inggris Melalui Permainan Tradisional Siki Doka

  • Bagikan
Mengenalkan Bahasa Inggris Melalui Permainan Tradisional Siki Doka

Kegembiraan dalam permainan membuat kata-kata disimpan dalam memori dengan mudah.

News Schmu, Bahasa Inggris merupakan bahasa global yang dapat digunakan saat kita bepergian kemanapun. Namun, kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia masih sangat minim karena banyak yang menganggapnya tidak penting.

Salah satu penggagas Pendidikan di Timor Tengah Selatan NTT, Maria Regina Jaga, menceritakan bagaimana ia belajar bahasa Inggris melalui budaya permainan tradisional Siki Doka atau yang dikenal dengan nama Engklek.

“Saya menjadi salah satu orang yang akhirnya terpilih untuk bersekolah di Auburn, Alabama, Amerika Serikat,” kata Maria. Republika.co.idSabtu (24/9/2022).

Ia adalah salah satu anak yang mencetuskan ide tersebut dan berhasil belajar bahasa Inggris dengan baik, kemudian bersekolah di luar negeri. Tahun 2012, ia mengajak anak-anak di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT, hanya 16 anak yang ikut.

Ide tersebut pertama kali muncul atas dasar kecintaannya terhadap budaya, khususnya budaya di Indonesia. Kemudian, permainan tradisional semakin ditinggalkan oleh anak-anak bahkan ada yang membiarkannya begitu saja.

“Menurut saya pendidikan tanpa budaya tidak mungkin, sedangkan budaya adalah alat yang membuat kita bisa menyimpulkan bahwa pendidikan bisa berlanjut dan sukses. SehatSaya pakai itu, budayakan, lestarikan budayanya, lestarikan permainan tradisionalnya,” kata Maria.

Wanita yang juga menjadi salah satu pembicara dalam acara Indonesia Mengajar ‘Konferensi Pendidikan di Indonesia Timur’ di Kemendiknas ini, juga ingin metode pembelajarannya dikenal lebih luas.

Cara belajar bahasa Inggris dengan Siki Doka, sebelum memulainya akan mengenalkan 15-20 kata bahasa Inggris terlebih dahulu. Baru kemudian menggambar delapan kotak dan satu puncak gunung, di mana gambar bisa dibuat di lapangan.

Eda atau dalam bahasa engklek disebut batu yang digunakan untuk melempar, menancap kartu kosakata. Saat melompati kotak pertama, pemain harus membuat keputusan. Jika mendapatkan kartu kosakata berbahasa Indonesia, maka harus diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, dan sebaliknya.

Dan 15-20 kata dalam satu hari pembelajaran, sangat efektif untuk diingat. Dia juga memberikan PR setiap dia ingin pulang, menggunakan kata-kata yang dia dapatkan saat melihat barang-barangnya di rumah, kemudian akan dinyatakan lagi keesokan harinya. “Dan saya akan meminta mereka untuk mengungkapkan waktu dengan orang-orang,” katanya.

Dengan kegembiraan yang tersebar dalam permainan, maka kata-kata itu akan diingat dengan sendirinya. Pada 2022, sudah ada sekitar 65 anak dengan rentang usia tujuh hingga 15 tahun yang belajar dengan metode itu bersamanya.

“Saya punya mahasiswa yang waktu itu belum punya ijazah, mau jadi calon kepala desa tapi belum punya ijazah. Nah melalui pembelajaran ini, dia bisa belajar bahasa Inggris dengan lebih baik, mengikuti ujian, dan lulus. Sekarang dia salah satu staf kepala desa di kecamatan,” kata Maria.

Banyak anak-anak di timur yang memiliki semangat dan kemauan yang besar untuk maju, sayangnya mereka yang sudah merantau dan berhasil jarang mau kembali ke kampungnya. Sehingga ia berharap, anak timur yang sukses kembali dan memberikan ilmu baru.

“Cara terbaik bagi orang-orang yang mencintai pendidikan, membuat inisiatif atau gerakan yang berinisiatif untuk datang ke kabupaten. Jadi kami yang datang ke sana, karena pendidikan di kabupaten dan desa masih jauh dari layak,” kata Maria.



Sumber:
Republika Online

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan