Menu
Portal Berita Pendidikan Indonesia

Mahasiswa Menjadi Juru Panah Muhammadiyah Kedepan

  • Bagikan
Mahasiswa Menjadi Juru Panah Muhammadiyah Kedepan

YOGYAKARTA, News Schmu – Mahasiswa Muhammadiyah menjadi juru panah muhammadiyah kedepan. Demikian disampaikan oleh Sekretaris Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D.

Dalam acara pembukaan Pelatihan Nasional Mubaligh Muda Muhammadiyah (PNM3) Angkatan ke-13 yang diadakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, selama lima hari, mulai Rabu sampai Sabtu (5-8/10/2022) di Gedung Pusdiklat Tabligh Institut Muhammadiyah Jl. Patriot Bangsa II, Dsn. Ngebel, Desa Tamantirrto.

Di awal sambutan, Muhammad Sayuti mengatakan, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah telah mengurusi 172 kampus dengan total 585.000 mahasiswa. “Itu adalah media dakwah majelis Diktilitbang,” ujarnya.

Dan mempunyai kampus yang rata-rata mahasiswanya adalah non Muslim hingga 90%. Yaitu di Universitas Muhammadiyah Papua.

Kemudian Dia menambahkan, tiada kampus Universitas Muhammadiyah yang maju, kecuali yang menerapkan mata kuliah Al Islam dan Kemuhammadiyaan.

“Anda menuntut ilmu di kampus Muhammadiyah harus bersyukur. Karena kalianlah (mahasiswa) yang akan menjadi juru panah Muhammadiyah kedepan,” ungkapnya.

“Muhammadiyah itu memiliki potensi untuk mengalahkan kampus-kampus yang lain. Karena yang pertama kali punya kampus di luar negeri adalah Muhammadiyah,” tambahnya.

Maka, kata Sayuti, dalam mengikuti pelatihan ini, maksimalkan dan implementasikan di Kampus kalian masing-masing ilmu yang telah didapat dalam pelatihan ini.

Kemudian Dia berpesan, dekatilah masjid, jangan menjauh dari masjid. Maka cita-citamu dijalan dakwah akan semuanya terwujud. Dimanapun kamu berjuang di ladang dakwah, maka semuanya akan terwujud.

“Dan Kami ingin kader-kader Mubaligh muda itu jauh lebih banyak yang menjadi agen-agen dakwah,” lanjutnya.

Terkahir, Dia mendoakan semoga peserta pelatihan PNM3 sukses dan menjadi pendakwah di luar negeri dan dalam negeri. (Alfain Jalaluddin Ramadlan/FRS)

Source link

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan