Menu
Portal Berita Pendidikan Indonesia

‘Impact’ dan ‘Listen’ dalam Psikologi Dakwah Muhammadiyah

  • Bagikan
‘Impact’ dan ‘Listen’ dalam Psikologi Dakwah Muhammadiyah

‘Impact’ dan ‘Listen’ dalam Psikologi Dakwah Muhammadiyah

YOGYAKARTA, News Schmu – Wakil Ketua LPPM PP Muhammadiyah Dr. H Khoiruddin Bashori MSI hadir menjadi pemateri tentang Pesikologi Dakwah Muhammadiyah dalam acara Pelatihan Nasional Mubaligh Muda Muhammadiyah (PNM3) angkatan ke-13 yang diadakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Pelatihan yang dilaksanakan selama empat hari, mulai Rabu sampai Sabtu (5-8/10/2022) ini digelar di Gedung Pusdiklat Tabligh Institut Muhammadiyah Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta.

Psikologi dakwah

Dalam penyampaian di awal, Khoiruddin Bashori mengatakan, bahwa dakwah adalah sebagai proses komunikasi.

Selain itu, lanjutnya, Pendakwah itu harus kreatif, bisa melihat siapa yang akan di dakwahi dan mampu merubah strategi dakwah secara mendadak, jika sasaran dakwahnya berbeda.

“Dakwah juga proses penyampaian suatu pernyataan yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau untuk mengubah sikap, pendapat dan perilaku,” sambungnya.

Namun, kata Khoiruddin Bashori, secara fungsional, tujuan dakwah yaitu, pertama menyampaikan informasi. Kedua mendidik. Ketiga menghibur dan yang keempat mempengaruhi.

Impact

Kemudian, Khoiruddin Bashori memberikan kepanjangan dari “Impact”.

I adalah intergrity yang artinya bersatunya kata dengan perbuatan. Kemudian, M adalah manners yang artinya sikap impatik dan tidak egois. Kemudian, P adalah personality yang artinya ketulusan gagasan dan sikap.

“Kemudian A adalah appearance yang artinya menarik dan sesuai situasi dan kondisi. Kemudian, C adalah consideration yang artinya paham sudut pandang,” lanjutnya.

Dan T adalah tack yang artinya taktis, strategi dan mempunyai banyak cara untuk menguasai audien.

Listen

Selain Impact, Khoiruddin Bashori juga memberikan pengertian tentang listen.

Kepanjangan dari Listen adalah: L adalah look interested yang artinya tampakkan ketertarikan. Kemudian I adalah inquire with questions yang artinya tahu dengan tanya.

Kemudian S adalah stay on track yang artinya tetap pada pokok pembicaraan. Kemudian T adalah test understanding yang artinya uji pemahaman.

“E adalah evaluate the message yang artinya evaluasi yang disampaikan, dan N adalah neutralise your own feelings yang artinya seimbangkan perasaan sendiri,” pungkasnya. (Alfain Jalaluddin Ramadlan/FRS)

Source link

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan