Menu
Portal Berita Pendidikan Indonesia

Diklat Pengelolaan Data dan Informasi Kebencanaan MDMC Jateng

  • Bagikan
Diklat Pengelolaan Data dan Informasi Kebencanaan MDMC Jateng

SURAKARTA, News Schmu – Tren kejadian bencana di Jawa Tengah terus meningkat dari waktu ke waktu. Pencatatan data bencana yang sistematis akan mempermudah pengolahan data dan desiminasi informasi. Dalam rangka mewujudkan relawan yang cakap dalam bidang pencatatan data bencana dan desiminasi informasi bencana,

LPB-MDMC PWM Jawa Tengah sebagai lembaga di persyarikatan yang mengkoordinir usaha-usaha berkaitan dengan bencana menyelenggarakan Diklat Pengelolaan Data dan Informasi Kebencanaan bagi Relawan Muhammadiyah se Jawa Tengah, Sabtu (24/9).

Bertempat di Ruang Seminar BPH Gedung Induk Siti Walidah UMS, hadir secara langsung Ketua MDMC PWM Jawa Tengah Naibul Umam Eko Sakti, S.Ag., M.Si., Sekretaris MDMC PWM Jawa Tengah Istanto, S.Pd.I., M.Pd., Koordinator Bidang Diklat MDMC Jawa Tengah Fathul Faruq, Anggota Bidang Diklat MDMC Jawa Tengah Satriyo Yudho Budi Wicaksono, S.Pd., segenap panitia penyelenggara, dan peserta yang berasal dari 35 MDMC PDM se Jawa Tengah.

Sebagai informasi, pelatihan ini diikuti oleh 2 orang delegasi MDMC PDM di 35 kabupaten/kota se Jawa Tengah.

Naibul Umam selaku Ketua MDMC Jateng menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas relawan pengumpul data dan informasi bencana, mengembangkan sistem pengelolaan data dan informasi kebencanaan yang efektif dan efisien, serta mewujudkan konsep satu data kebencanaan berbasis teknologi dan informasi.

“Dengan adanya pelatihan seperti ini akan menjadi nilai lebih dari MDMC, karena MDMC menjadi lebih maju dan menyesuaikan dengan teknologi,” ujar Umam kepada redaksi.

Ia menambahkan bahwa dalam penyelenggaraannya, peserta mendapatkan 3 materi penting, yakni : Dasar Manajemen Bencana, Dasar Pengelolaan Data dan Informasi Kebencanaan, dan Penggunaan Aplikasi Pusdatin MDMC.

“Sebagian peserta pelatihan Pusdatin adalah generasi milenial. Harapan kami dengan adanya pelatihan ini dapat melibatkan generasi milenial dalam budaya sadar bencana dan usaha-usaha tentang kebencanaan,” pungkas Umam.

Seluruh peserta terlihat antusias dalam mengikuti pelatihan ini, hal tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam forum teori dan praktik. (Tim Pusdatin)

Source link

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan