Cerita Izzan Wisudawan Termuda ITB, Yang Lulus di Usia 18 Tahun

News.schmu.id, Pendidikan: Cerita Izzan Wisudawan Termuda ITB, Yang Lulus di Usia 18 Tahun. Musa Izzanardi Wijanarko dinobatkan sebagai lulusan termuda Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia menjadi perhatian karena berhasil menjadi sarjana pada usia 18 tahun 8 bulan.

Izzan, sapaan akrab Musa Izzanardi Wijanarko, adalah mahasiswa Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB. Ia memilih Program Studi Matematika karena ia senang dengan matematika sejak kecil. Izzan memilih ITB setelah orang tua dan kakak laki-lakinya juga kuliah di sana.

Izzan mulai kuliah di ITB pada tahun 2017. Sebelumnya, ia adalah mahasiswa homeschooling. Izzan tidak pernah bersekolah formal. Adaptasi belajar di kelas kemudian terasa asing bagi Izzan. Namun, belajar di kelas tetap menyenangkan. Izzan bisa bertemu orang baru dengan gaya berpikir dan minat yang unik.

Baca juga: Indra Rudiansyah, Mahasiswa RI Yang Terlibat Dalam Pembuatan Vaksin AstraZeneca

Selama kuliah, Izzan mendapat wejangan dari teman-teman sekelasnya dan juga kakak angkatan. Mereka berpesan agar Izzan untuk tidak lupa bersosialisasi. Izzan pun memutuskan untuk bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Genshiken ITB. Menurutnya, UKM itu sesuai dengan hobinya.

Izzan sendiri tidak begitu tertarik dengan lomba-lomba sehingga ia menghabiskan waktunya untuk berorganisasi. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Medkominfo Genshiken ITB Periode 2019/2020, Kepala Divisi Logistik Genshiken Staff Training Genshiken ITB 2019, dan Kepala Divisi Megaproperti Wisuda Juli HIMATIKA ITB 2019.

Punya cara sendiri dalam membagi waktu

Soal pembagian waktu, Izzan punya caranya sendiri. Ia biasa membagi waktunya antara akademisi dan organisasi dengan selalu berusaha memahami materi di kelas. Dengan begitu, dia tidak perlu banyak belajar di luar kelas, kecuali sambil mengerjakan pekerjaan tugas. Sebab, untuk sisa waktunya, Izzan lebih memilih untuk memperhatikan hal-hal non-akademik.

Setahun terakhir, sebelum memulai skripsi, pandemi Covid-19 melanda dunia. Awalnya, Izzan mengira tidak akan berdampak besar. Ternyata pemikirannya salah. Suasana hatinya acak-acakan dan dia bahkan tidak memiliki motivasi untuk pergi ke kelas dan mengerjakan pekerjaan rumah terakhirnya.

“Biasanya saya bermain gim untuk procrastinate dari kuliah dan skripsi. Untungnya, dosen saya masih aman sehingga saya bisa menyelesaikan skripsi. Kuliah saya selesai walaupun sempat terseok-seok dan sangat bersyukur akhirnya dapat berhasil menjadi wisudawan Juli 2021 ini,” ujarnya dilansir dari laman resmi ITB di itb.ac.id, Kamis (22/7/2021).

Motivasi Izzan untuk lulus di usia yang masih sangat muda

Motivasi Izzan untuk lulus di usia yang masih sangat muda sebenarnya sama dengan motivasi yang ia miliki di usia 14 tahun. Izzan merasa pelajaran SMA tidak menarik, sehingga ingin segera kuliah di ITB. Di perguruan tinggi, ia berencana untuk lulus dalam empat tahun. Dia berusaha mewujudkannya.

Izzan bisa sampai ke titik ini karena dukungan keluarga dan kerabat yang selalu mendukung pilihannya. Terlebih lagi, Izzan merasa teman-teman sekelasnya juga baik dan asyik untuk diajak bermain. Mereka selalu menghibur di saat depresi.

Perjuangan Izzan sebenarnya sama saja dengan mahasiswa biasanya. Dia sering kehilangan motivasi setelah ujian tengah semester, yang membuatnya jarang belajar dan tidak fokus, serta mengakibatkan nilai ujian akhir semester turun. “Kuliah memang berat bagi mereka yang tidak bisa mengatur waktu dan diri dengan baik, termasuk saya,” katanya.

Untungnya, Izzan berhasil melewati pasang surut pada saat kuliah. Setelah lulus, hidupnya masih misteri. Dia bertanya-tanya tentang masa depannya. Izzan berharap menemukan sesuatu yang diinginkannya.

Terkini