Cara Membuat Kisi-Kisi Soal Yang Baik dan Benar

news.schmu.id: Cara Membuat Kisi-Kisi Soal — Bagaimana Mengatur Kotak Pertanyaan yang Baik dan Benar. Sebagai seorang guru anda tidak akan lepas dari evaluasi hasil belajar salah satunya dengan tanya jawab, sebelum bertanya kita harus mempersiapkan atau Membuat Kotak Soal terlebih dahulu, lalu bagaimana dengan Pedoman Penyusunan Kisi Soal Yang Benar?

Cara Membuat Kisi-Kisi Soal Yang Benar

contoh kisi-kisi soal
contoh kisi-kisi soal, image via slideshare

Ok jangan bingung pada kesempatan kali ini volimaniak akan menjelaskan sedikit ilmu kepada sobat sekalian yang belum paham dalam membuat Kisi Soal, karena dalam menyusun kisi soal kita tidak bisa asal buat saja, melainkan harus memenuhi standar pedoman penulisan soal yang baik dan benar.

Ada beberapa kemungkinan poin yang belum kalian ketahui, jadi bagi kalian yang belum paham poin-poin penting dalam menyusun grid soal, silahkan langsung menyimak dan membaca semua panduan yang akan saya jelaskan secara detail tentang Cara Membuat Kisi. Pertanyaan Baik dan Benar. pergi langsung ke TKP.

Panduan untuk Menyusun Kisi-kisi Soal

Sebelum memahami lebih jauh mari kita pahami dari penjelasan singkat tentang apa itu Grid of the Question Grid, berikut penjelasannya;

1. Arti kisi

Lattice merupakan format berbentuk matriks yang berisi informasi yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam penulisan atau penyusunan soal. Kisi-kisi soal disusun berdasarkan tujuan penggunaan pengujian. Penyusunan kisi merupakan langkah penting yang harus dilakukan sebelum menulis soal.

Jika beberapa pertanyaan penulis menggunakan satu grid, akan menghasilkan pertanyaan yang relatif sama (paralel) dari tingkat kedalaman dan cakupan materi yang bersangkutan.

2. Kondisi grid

Kisi tes prestasi akademik harus memenuhi persyaratan berikut:
Merupakan isi kurikulum yang akan diuji.
Komponennya rinci, jelas, dan mudah dimengerti.
Indikator soal harus jelas dan soal bisa dibuat sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan.

3. Komponen kisi

Komponen yang dibutuhkan dalam suatu kisi disesuaikan dengan tujuan pengujian. Komponen kisi terdiri dari komponen identitas dan komponen matriks. Komponen identitas ditempatkan di atas komponen matriks.

Komponen identitas meliputi jenis / jenjang sekolah, program studi / jurusan, mata pelajaran, tahun studi, kurikulum yang dirujuk, alokasi waktu, jumlah soal, dan formulir soal. Komponen matriks berisi kompetensi dasar yang diambil dari kurikulum, kelas dan semester, materi, indikator, level kognitif, dan nomor soal.

Berikut ini adalah diagram yang menggambarkan proses menterjemahkan kompetensi dasar (KD) menjadi indikator.

Kompetensi Dasar: Keterampilan minimal yang harus dikuasai siswa setelah mempelajari materi pelajaran tertentu. KD ini diambil dari kurikulum.

Materi: Materi yang harus dikuasai peserta didik berdasarkan KD yang akan diukur
Indikator: Rumus yang memuat ciri-ciri perilaku yang dapat diukur sebagai indikator pencapaian KD
Langkah-langkah untuk Menyusun Grid:

  • tentukan KD yang akan diukur;
  • memilih bahan penting;
  • merumuskan indikator yang mengacu pada KD dengan memperhatikan materi dan tingkat kognitif.
  • Kriteria pemilihan bahan penting:
    penyuluhan / pendalaman materi yang telah dipelajari sebelumnya
    penting harus dikuasai oleh peserta didik
    sering dibutuhkan untuk mempelajari mata pelajaran lain
    berkelanjutan di semua tingkatan kelas
    memiliki nilai terapan yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari.

4. Indikator

Indikator digunakan sebagai acuan dalam membuat pertanyaan. Di dalam indikator tersebut terdapat tingkat kognitif yang harus dicapai dalam KD. Kriteria formulasi indikator:

  1. Memuat karakteristik KD yang akan diukur
  2. Memuat kata kerja operasional yang dapat diukur (satu kata kerja operasional untuk pertanyaan pilihan ganda, satu atau lebih kata kerja operasional untuk pertanyaan deskriptif)
  3. Terkait materi / konsep yang dipilih.
  4. Soal bisa dibuat sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan.Komponen indikator soal yang perlu diperhatikan adalah subjek, perilaku yang akan diukur, dan kondisi / konteks / stimulus.

Baca juga: Download Kisi-kisi Soal Ujian Nasional SD

5. Tingkat Kognitif

Tingkat kognitif adalah tingkat kemampuan peserta didik secara individu atau kelompok yang dapat digambarkan dalam tiga tingkat kognitif.

  1. Level 1 menunjukkan tingkat kemampuan yang rendah yang meliputi pengetahuan dan pemahaman (know).
  2. level 2 menunjukkan tingkat kemampuan yang lebih tinggi yang mencakup penerapan (mengaplikasikan).
  3. level 3 menunjukkan tingkat kemampuan yang tinggi yang mencakup penalaran (reasoning). Level 3 ini meliputi level kognitif analisis, sintesis, dan evaluasi. Gambaran tentang kemampuan peserta didik yang dibutuhkan pada setiap tingkat kognitif diberikan dalam penjelasan berikut.

Pada Level 3: Peserta didik pada level ini memiliki kemampuan penalaran dan logika (Reasoning)

  1. Menunjukkan pengetahuan dan pemahaman yang luas tentang materi pembelajaran dan dapat menerapkan ide dan konsep dalam situasi yang familiar, serta dengan cara yang berbeda.
  2. Menganalisis, mensintesis, danmengevaluasi ide dan informasi faktual
  3. Jelaskan hubungan konseptual dan informasi faktual.
  4. Menafsirkan dan menjelaskan ide-ide kompleks dalam pelajaran.
  5. Ekspresikan ide yang nyata dan akurat menggunakan terminologi yang benar.
  6. Memecahkan masalah dengan berbagai cara dan melibatkan banyak variabel.
  7. Tunjukkan pemikiran orisinal

Level 2: Peserta didik pada level ini memiliki kemampuan untuk menerapkan (Menerapkan).
Menunjukkan pengetahuan dan pemahaman tentang materi pelajaran dan mampu menerapkan ide dan konsep dalam konteks tertentu
Menafsirkan dan menganalisis informasi dan data.

Pecahkan masalah rutin dalam pelajaran
Tafsirkan bagan, tabel, dan materi visual lainnya.
Mengkomunikasikan penggunaan terminologi dengan jelas dan teratur.

Level 1: Peserta pada level ini memiliki keterampilan standar minimal dalam menguasai pelajaran (Mengetahui).

Menunjukkan memori dasar dan pemahaman tentang materi pelajaran dan dapat membuat generalisasi sederhana.

Menunjukkan tingkat dasar pemecahan masalah dalam pembelajaran, setidaknya dengan satu cara.
Tunjukkan pemahaman dasar tentang grafik, label, dan materi visual lainnya.
Komunikasikan fakta dasar menggunakan terminologi sederhana.
Dengan memahami Pedoman Penyusunan Kisi-kisi Soal di atas, anda pasti sudah paham sedikit, jadi untuk lebih jelasnya bisa lihat contoh kisi-kisi soal di bawah ini;
pedoman-membuat-kisi-kisi-pertanyaan.

Baca juga: Cara Membuat Kisi-kisi Soal Ujian Lengkap, Untuk SD-SMP-SMA

Demikian informasi yang dapat saya berikan, semoga dapat bermanfaat dan membantu rekan-rekan guru yang masih kebingungan dalam membuat kisi-kisi soal, serta untuk menambah wawasan kita dalam dunia pendidikan, sampai disini dulu salam guru Mengajar Untuk Bangsa.

Terkini