Berikut 5 Skill yang Perlu Dimiliki Mahasiswa di Era Digital Workspace

News.schmu.id, Tips dan Trik : Berikut 5 Skill yang Perlu Dimiliki Mahasiswa di Era Digital Workspace. Digitalisasi pada segala sektor kehidupan, membuat banyak orang harus memperbarui atau menambah skill (kemampuan). Selain agar tidak kalah saing dalam bekerja, memahami dunia digital yang terus berkembang akan sangat membantu aktivitas sehari-hari.

Skill bisa diasah melalui sejumlah cara, misalnya mengikuti kelas informatika, sistem informasi, atau hal lainnya yang berhubungan dengan dunia digital. Tetapi, ada juga skill yang perlu diadaptasikan di dunia digital atau digital workspace.

Yakni, human skill atau seringkali disebut sebagai soft skill. Keduanya, adalah kemampuan yang membentuk seseorang untuk berhubungan satu sama lain. Biasanya, mengacu pada aspek-aspek seperti empati, kasih sayang. Orang dengan human skill yang kuat dapat membentuk hubungan yang lebih baik dengan rekan kerja.

Skill yang Perlu Dimiliki Mahasiswa

Skill Ini pada akhirnya berfungsi sebagai fondasi yang kuat untuk peningkatan kinerja di tempat kerja seperti inovasi, pemikiran adaptif, dan kolaborasi. Dilansir dari laman Binus, berikut beberapa kemampuan yang harus kita miliki untuk lingkungan kerja digital di masa depan.

1. Empathy

Memiliki empati dan kasih sayang akan menumbuhkan harmoni dan mampu mempertahankan relasi jangka panjang di tempat kerja. Empati melibatkan kepedulian yang tulus terhadap orang lain dan mampu memahami situasi dan perspektif orang lain. Kemampuan ini mungkin tidak terpikirkan sebagai keterampilan kerja yang penting.

Baca Juga:  Ini 7 Aplikasi Presentasi Terbaik untuk Mahasiswa, Wajib Coba

Tetapi mampu menempatkan diri pada posisi orang lain dan merasakan perasaan orang lain akan membantu pekerjaan secara tim. Termasuk, terhubung secara perasaan sebagai sebuah tim yang akan membuat hubungan tim lebih baik.

2. Communication

Pada era digital workspace, keterampilan berkomunikasi mungkin bisa jadi telah berubah. Komunikasi kerja akan mengarah pada online dibanding tatap muka. Misalnya, melalui panggilan video dan obrolan grup.

Mempertahankan keterampilan komunikasi jangan hanya secara online saja. Akan makin efektif apabila komunikasi terjaga baik secara online atau offline. Berikut beberapa poin penting untuk berkomunikasi online.

  • Berlatih menjadi pendengar aktif
  • Merangkai ulang apa yang telah dikatakan orang lain untuk memperjelas makna
  • Perhatikan bahasa tubuh
  • Perjelas tentang poin yang coba disampaikan

Lingkungan kerja secara online memerlukan perhatian ekstra. Misalnya, memahami secara rinci saat berada di Zoom. Atau, ketika terganggu sinyal selama Zoom, bisa mengganggu komunikasi yang menyebabkan miskomunikasi. Untuk itu, jagalah komunikasi agar tidak menciptakan salah paham dan jadilah pendengar yang baik.

3. Adaptability

Pandemi telah membatasi semua pergerakan manusia. Tentu karena pandemi, manusia harus memiliki kemampuan beradaptasi. Kemampuan ini, merupakan keterampilan yang penting untuk tetap optimis dalam mengatasi tantangan tak terduga.

Serta, membantu seseorang bisa memecahkan masalah dengan cepat. Kemampuan beradaptasi secara emosional dan sosial sangat penting bagi para pemimpin maupun pekerja di suatu perusahaan.

Baca Juga: 10 Negara dengan Biaya Hidup Termurah bagi Mahasiswa, Ini Biaya Per Bulannya

4. Coaching

Coaching atau proses pembinaan merupakan satu cara untuk membantu individu menjadi diri yang lebih potensial. Selain itu, Coaching, bisa dilakukan seorang pemimpin untuk mengembangkan kemampuannya memahami karyawannya. Misalnya, mendengar karyawan dengan baik, memberdayakan orang lain, dan membimbing karyawan agar mencapai rencana bersama.

Jika menciptakan pembinaan yang tersebar luas akan membantu menumbuhkan lingkungan. Karyawan merasa didukung dalam pertumbuhan mereka. Hal ini dapat menghasilkan manfaat jangka panjang bagi organisasi.

5. Trust Building

Kepercayaan adalah hal mendasar dan harus dibangun terlebih dahulu sebelum melakukan hal lain. Ketika berada dalam lingkungan seperti organisasi atau tim, maka kepercayaan harus dibentuk agar pekerjaan menjadi lancar.

Bukan tugas yang mudah bagi para pemimpin untuk menciptakan lingkungan seperti itu. Pekerja pun harus memahami pemimpin dan menciptakan rasa percaya dengan atasan. Pada akhirnya tempat bekerja adalah tempat untuk saling belajar, dan di mana semua orang dapat merasa aman untuk menjadi diri mereka sendiri.

Source: kompas.com

Terkini