Bank Harus Rangkul Era Digital Untuk Sambut Pasar Masa Depan

Salah satu dampak tak terhindarkan dari pandemi Covid-19 adalah modernisasi dalam industri layanan keuangan.

Saat ini, lanskap perbankan menunjukkan pergeseran menuju perilaku cloud-native yang mewajibkan vendor untuk berorientasi pada layanan berbasis API (Application Programming Interface) dan meninggalkan ketergantungan pada sistem yang lama.

Saat ini, banyak institusi keuangan, demi mencapai efisiensi jangka pendek, mengadopsi strategi “two-speed architecture”, sebuah model bisnis digital yang menempatkan front-end yang cepat dan berfokus pada pelanggan berjalan beriringan dengan back-end yang serba lambat dan berorientasi bisnis.

Strategi ini mampu memberikan impresi kuat bahwa perusahaan yang menerapkannya bisa mengimbangi pasar, hanya saja, di belakang layar, bagian back-end harus berjuang keras untuk mewujudkannya.

Alih-alih membantu perusahaan tetap bertahan dalam persaingan, strategi “two-speed architecture” ini nyatanya menghambat institusi tradisional karena menciptakan kondisi yang terputus dari teknologi, budaya silo (enggan berbagi informasi) sehingga menimbulkan retensi talenta dan mengurangi agility, atau kelincahan dalam menyikapi situasi.

Google News

Baca Juga:   Sambut Tahun Baru Hijriyah, Ponpes DIMSA Santuni Anak Yatim

Terkini